SLIMS: SOFTWARE LOKAL CITARASA INTERNASIONAL

BAGI yang baru pertama kali mendengar nama ini, pasti mengira bahwa SLiMS merupakan salah satu merek pelangsing atau merek rokok. Tapi SLiMS yang satu ini merupakan nama software komputer.

SLiMS merupakan kependekan dari Senayan Library Management System. Software opensource khusus perpustakaan yang lahir pada tahun 2008 ini pada awalnya bernama Senayan. Baru pada pertengahan tahun 2009 nama Senayan berganti menjadi SLiMS. Software ini dapat diperoleh secara gratis dengan mendownload di http://slims.web.id/web/?q=node/1.

Dari tahun 2008 sampai pertengahan tahun 2010, developer SLiMS telah merilis 14 versi yang berbeda. Versi terakhir yang telah dirilis adalah SLiMS Stable 14 yang dinamakan SLiMS Seulanga.

Berbeda dengan versi sebelumnya, SLiMS Seulanga memiliki fitur tambahan seperti Union Catalog Service, P2P Service, Cetak bukti transaksi, Flexible custom field di membership dan bibliografi. Union Catalog Service (UCS) memungkinkan para pengguna SLiMS untuk membuat katalog induk bersama. Penyediaan fitur ini merupakan suatu usaha untuk membentuk katalog bersama berskala besar. Diharapkan kedepannya, pengguna SLiMS dapat membentuk katalog bersama yang dapat memudahkan pemustaka dalam melakukan penelusuran koleksi perpustakaan.

P2P (Peer to Peer) Service merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh pengelola perpustakaan untuk berbagi data bibliografi. Melalui fitur ini, masing-masing perpustakaan yang memiliki kesamaan data bibliografi dapat saling berbagi untuk mempercepat proses pengolahan koleksi. Jika suatu perpustakaan memiliki koleksi baru, maka pengelola perpustakaan yang bersangkutan tidak perlu mengetikkan deskripsi bibliografinya. Mereka cukup meminta data koleksi tersebut telah dimiliki oleh pengguna SLiMS lain.

Layanan Cetak bukti transaksi memungkinkan pengelola perpustakaan untuk mencetak bukti-bukti transaksi perpustakaan. Untuk saat ini, baru transaksi sirkulasi yang dapat dilakukan pencetakan. Sedangkan fleksible custom field akan memudahkan pengguna SLiMS untuk melakukan kustomisasi pada field-field terkait sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Saat ini, tim developer SLiMS berusaha mengembangkan Seulanga menjadi SLiMS Stable 15 (SLiMS Matoa). Disamping memiliki fitur yang ada pada versi sebelumnya, pada Matoa rencananya akan ditambah dengan implementasi fitur third party indexing, P2P paging, pencarian yang baru dan dukungan notasi klasifikasi. Dengan berbagai kelebihan tersebut, maka tidak heran SLiMS menjadi software opensource perpustakaan paling laris di Indonesia https://erektile-apotheke.de/viagra-fuer-frauen/.

Melalui komunitas SLiMS Jogja, saat ini telah dibentuk katalog induk bersama yang diberinama Jogjalib.net. Melalui katalog induk bersama ini, pemustaka akan diberi kemudahan dengan menyediakan satu pintu gerbang penelusuran koleksi perpustakaan di seluruh Yogyakarta. Cukup dengan mengklik satu halaman web (http://www.jogjalib.net/) pemustaka telah dapat menjelajah di berbagai perpustakaan di seluruh Yogyakarta yang telah bergabung di dalamnya.

Saat ini, software SLiMS telah digunakan tidak hanya oleh perpustakaan di Indonesia, tetapi juga oleh perpustakaan di luar negeri. Sampai saat ini, tercatat kurang lebih 158 perpustakaan, baik dalam dan luar negeri, telah menggunakan software SLiMS. Diharapkan kedepannya, SLiMS mampu mengakomodir seluruh kebutuhan pengelolaan perpustakaan, terutama perpustakaan terotomasi, khususnya bagi perpustakaan di Indonesia. q – s

(Fiqru Mafar, pemerhati IT)

Sumber: http://www.kr.co.id

No Response

Leave a reply "SLIMS: SOFTWARE LOKAL CITARASA INTERNASIONAL"

two × 4 =